Ground

GROUND

 

Dalam rangkaian, ada beberapa komponen atau bagian rangkaian yang perlu di-GND-kan. Jalur tembaga pada PCB memiliki resitansi walaupun kecil. Semakin panjang jalurnya, semakin besar R (di samping akan muncul masalah kapasitif

antar-jalur yang saling berdekatan). Nah, karena dalam desain PCB tidak mungkin semua kebutuhan akan GND ini ditemukan dalam satu titik, maka berlaku hukum “tidak ideal”: beberapa titik GND di antaranya menerima dengan tambahan “R” tadi. Idealnya, titik GND adalah nol (benar-benar nol) volt. Kenyataannya, kondisi ini tidak pernah dapat dicapai karena masalah di atas.

Analog Ground Vs Digital Ground

Permasalahan muncul ketika kita membuat sistem yang terdiri dari rangkaian analog dan rangkaian digital. Bagaimana kita menempatkan GND Power Suply??? Sifat rangkaian digital pada umumnya non-linier, sedangkan analog adalah linier. Pada rangkaian linier, noise (berisik, desis, desah, siss…) adalah musuh utama. Nomor dua: hum (dengung). Riskan dan tidak ideal menempatkan kedua rangkaian berbeda ini dalam satu rangkaian dengan desain GND yang ceroboh. Sebab, karena ketidak-idealan di atas, jalur GND tidak lagi benar-benar bersih (nol). Ada noise di sana yang akan mengganggu atau saling menggangu. Memasang PS terpisah bagi keduanya mungkin bukan solusi yang tepat. Cara yang paling baik dan efisien adalah membuat jalur GND ke dua rangkaian tersebut “berangkat secara terpisah” (ini penjelasan praktisnya). Titik temuannya tetap satu di unit PS, tetapi jalur perginya berbeda (terpisah). Jadi, bukan berangkat satu jalur, lalu “ketemu sekenanya”.

Simpulan: Dengan demikian (ini penjelasan praktisnya), titik GND unit PS dibuat seakan berada di tengah-tengah antara ujung GND digital (katakanlah di sisi kiri) dan unjung GND analog (katakanlah di sisi kanan). Ketika terjadi noise di sisi analog (kanan), tidak akan sampai menyebrang ke sisi digital (kiri) karena ketika noise melewati “titik temu” di unit PS dia akan amblas (reduce) menjadi nol lagi. Begitupula sebaliknya. Karena itu pada, dalam desain PCB selalu disarankan untuk membuat jalur GND lebih tebal/lebar daripada jalur lainnya bukan cuma perkara “kebutuhan arus yang lewat” tetapi juga untuk semaksimalkan mungkin merendahkan resistansi jalur tembaga. Biasanya jalur GND dibuat mengelilingi (seakan melindungi) rangkaian, tetapi pada ujung-ujungnya (bila jalur GND berangkat dengan lebih dari satu jalur dari unit PS) tidak boleh bertemu (kalau terjadi, sama saja bohong). Pada rangkaian analog, buatlah jalur GND itu urut dari kebutuhan arus besar terlebih dahulu baru ke yang lebih kecil. Contoh: GND untuk output (speaker) lebih dahulu daripada GND input (sinyal kecil). Atau dibuatkan jalur terpisah, tetapi R jalur GND output lebih kecil (jalur tembaga lebih tebal/lebar) daripada R untuk GND input.

 

Sumbet : Oleh : Hantoro Dwi Putra, S.Si

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s